Way Kambas Video Trap

Enjoy the Way Kambas National Park endangered mega fauna and other rare wildlife species caught in video. Find mother and baby of Sumatran rhino, challenging young male Sumatran tiger, big family of Sumatran elephant, funny Malayan sun-bear and curious Malayan tapir.

Way Kambas: The Best Asian Night Birding

It was written by Janos Olah & Attila Simay in Birding Asia magazine, on 2007. Not only the great variety of the otherwise scarce and hard to-come-by species is what makes this national park world-famous, but also the relative ease in finding them. No other place in sumatra that has 4 species of Frogmouth.

Thursday, March 5, 2020




Oleh Rizky Novia Sari - Wildlife Warrior

Terimakasih atas pengalaman dan ilmu serta kebaikan-kebaikan yang sudah saya terima, Saya Rizky, ini waktunya saya bercerita tentang keluarga baru saya: ALeRT.

Dua bulan menjadi peserta magang di Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dalam program WILDLIFE WARRIOR-TFCA Sumatera, banyak pengalaman yang didapatkan selama mengikuti agenda ALeRT. Mulai dari kegiatan-kegiatan utama ALeRT, sampai dengan hal-hal tak terduga yang meninggalkan kesan tak terlupakan. 
Kedatangan saya disambut dengan baik oleh staf-staf ALeRT yang sangat friendly, humoris dan suasana kekeluargaan yang sangat terasa. Personil ALeRT berjumlah 26 orang terdiri dari 8 staf kantor dan 18 staf lapangan yang disebut RMU (Rhino Monitoring Unit) (2 tim trajectory dan 2 tim camera trap). Kegiatan Tim RMU terdiri dari survey trajectory dan pemasangan camera trap untuk memperoleh informasi keberadaan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) di TNWK. Kegiatan survey dan monitoring dilakukan 1 sampai 3 kali trip dalam waktu satu bulan dengan durasi 5 sampai dengan 7 hari. Survey dan monitoring badak sumatera adalah salah satu program utama ALeRT saat ini.

Sebelum melakukan survey dan monitoring badak, terlebih dahulu mengajukan permohonan Surat Perintah Tugas (SPT) di Kantor Balai TNWK. Setelah itu tim harus membuat rencana survey (ROP) berdasarkan peta kerja, mulai dari keberangkatan sampai dengan pulang. Perencanaan tersebut bertujuan agar kegiatan survey dan monitoring yang dilakukan lebih terjadwal dan terarah. Selama magang, saya sudah pernah mengikuti rangkaian kegiatan suplai air. Suplai air dilakukan karena kondisi di hutan yang masih kekeringan akibat kemarau panjang. Saat mengikuti kegiatan tersebut saya menjadi tahu bagaimana kondisi tim di hutan saat kemarau dan kekurangan air (Gambar 1.).

Gambar 1. Kegiatan suplai air untuk kegiatan survey dan monitoring


Kegiatan survey dan monitoring yang dilakukan oleh tim terdiri dari survey trajectory dan pemasangan camera trap. Survey dilakukan untuk memperoleh tanda-tanda sekunder keberadaan badak seperti jejak, bekas pakan dan kotoran. Pemasangan camera trap bertujuan untuk mengidentifikasi dan memontoring satwa secara terus-menerus tanpa mengganggu keberadaan serta aktivitas satwa. Tim RMU melakukan pemasangan camera trap berdasarkan temuan tanda-tanda sekunder badak selama survey trajectory. Kondisi populasi badak sumatera sangat mengkhawatirkan, sampai saat ini ALeRT sedang terus berusaha untuk menemukan tanda-tanda keberadaan badak sumatera.

Setelah selesai melakukan kegiatan survey dan monitoring, tim membuat laporan database hasil temuan selama dilapangan dan mengidentifikasi jenis-jenis satwa yang tertangkap camera trap. Saya sangat excited ketika melihat harimau dan satwa-satwa lain yang tertangkap camera trap  (Gambar 2.). Laporan database dan identifikasi hasil camera trap diserahkan ke staf database untuk selanjutnya data diinput dalam SMART Patrol. Saya banyak belajar mengenai SMART Patrol bersama staf database untuk menganalisis data hingga menghasilkan output berupa laporan SMART Patrol. Laporan SMART Patrol diserahkan kepada pihak Balai Taman Nasional Way Kambas.

Gambar 2. Kegiatan analisis hasil camera trap

Kegiatan lain yang telah saya ikuti di ALeRT yaitu inisiasi rencana pengelolaan kegiatan wisata minat khusus di TNWK. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan paket wisata yang berada di TNWK dan untuk mengembangkan produk ekonomi kreatif dalam mendukung wisata yang berkelanjutan di desa penyangga. Setelah inisiasi, kemudian dilakukan uji coba paket wisata minat khusus. Kegiatan uji coba ini memperkenalkan kepada saya akan potensi-potensi yang berada di TNWK yang begitu indah dan memiliki keunikan tersendiri. Paket wisata yang ditawarkan saat uji coba yaitu Edukasi Gajah di ERU (Elephant Response Unit), kunjungan ke PLG (Pusat Latihan Gajah), Reforestasi Bambangan, birdwatching serta pengamatan satwa dan Susur Sungai Way Kanan (Gambar 3.). Setiap kawasan konservasi memilki keunikan tersendiri termasuk TNWK. Menurut saya paket wisata yang ditawarkan di TNWK sangat unik dan edukatif. 

Gambar 3. Kegiatan birdwatching 

Menjelang minggu terakhir saya di ALeRT, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan pengecekan camera trap di Resort Rawa Bunder bersama tim kolaborasi RMU-ALeRT dengan Rhino Protection Unit (RPU)-YABI. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari dengan jumlah stasiun sebanyak 16 stasiun camera trap. Kegiatannya terdiri dari pengecekan kondisi kamera, kondisi baterai, penggantian card memory, setting camera trap, pengukuran jarak dan ukuran objek sasaran di depan camera trap sampai dengan pemasangan camera trap kembali (Gambar 4.). 

Gambar 4. Kegiatan pengecekan camera trap

Banyak pengalaman yang sangat berharga dan tak terlupakan selama mengikuti kegiatan ini, salah satunya menjadi navigator dalam mencari titik camera trap yang telah terpasang sekaligus membuka jalur. Rasa-rasanya seperti mencari harta karun saat kami mencari titik keberadaan camera trap. Kami juga harus melewati beberapa anak sungai dengan batas kedalaman sampai dengan bahu dan arus yang lumayan deras. Di hari pertama kami melakukan pengecekan 6 stasiun dengan kondisi pakaian yang basah karena kami harus menyeberangi beberapa anak sungai dan melewati genagan-genangan yang kami temui (Gambar 5). Luarr biasaa!!

Gambar 5. Kondisi rona lingkungan di sekitar lokasi pengecekan camera trap

Di hari pertama juga kami dikejutkan oleh salah satu staf RMU yang hampir hanyut saat menyeberangi anak sungai dengan arus yang cukup deras. Awalnya kami menganggap hanya bercanda karena orangnya memang sangat humoris sering bercanda (ngeprankk). Saat dia benar-benar akan hanyut dan meminta tolong “ hee heee tenan iki aku kanyuttt...tulungg caaaaah” seketika kita menariknya ke tepi, konyol sekaliii wkkwkwkk...Keseruan lain saat dilapangan, ketika diantara kami ada yang tersandung ataupun terjatuh karena akar atau semak, anggota tim lainnya seperti bunyi suara bell yang otomatis akan berbunyi dan menghitung ”satuu, duaaa, tigaaa, empaaat,...” dan seketika kami yang terjatuh akan langsung bergegas untuk berdiri. Gokiil sih, jatuh bukannya ditolong tapi malah dihitung wkwkwkk. Gurauan dan candaan selama berjalan mencari camera trap sangat mengobati lelah kami. Ada saja hal yang buat kami bisa tertawa selama dilapangan. 

Rasa kekeluargaan yang sangat terasa selama saya berada di ALeRT. Waktu sore hari setelah saya dan tim selesai mengidentifikasi hasil camera trap, saya mendapatkan kabar duka bahwa bude saya telah meninggal dunia. Sontak saya tidak bisa membendung kesedihan saat mendengar kabar tersebut. Saat itu juga staf yang masih berada dikantor mengantarkan saya menuju rumah untuk bertakziah. Jika teringat hal itu saya sangat terharu dengan mereka yang sudah menganggap seperti keluarga sendiri. Hal lain yang membuat saya speechlees, saat saya dan staf lapangan bermain di PLG (Pusat Latihan Gajah) ada insiden terceburnya hp milik saya heheee.... Saat itu kami sedang duduk dipinggir kolam gajah sembari menunggu gajah-gajah yang akan mandi. Ada salah satu rekan yang meminta untuk pindah tempat, sontak kami berdiri daaaannnnn... terjunlah hp ke kolam gajah dari kantong celana. Tanpa berfikir panjang mereka pun menyelami kolam gajah yang berwarna coklat dan lumayan banyak kotoran gajah, walaupun pada akhirnya hp tidak dapat terselamatkan heheee....

Terimakasih banyak untuk seluruh staf ALeRT Way Kambas yang sudah seperti keluarga sendiri. Terimakasih atas pengalaman dan ilmu serta kebaikan-kebaikan yang sudah saya terima. Saya berharap semoga lembaga-lembaga konservasi yang ada terutama ALeRT, tetap semangat menjaga, melindungi dan melestarikan hutan beserta isinya agar anak cucu kita dapat menikmatinya. Semoga dengan adanya kami Wildlife Warrior bisa membantu upaya konservasi hutan Indonesia menjadi lebih baik lagi.
Salam Lestari!






































Posted in , ,

0 komentar :

Post a Comment

Berikan saran atau kritik yang membangun untuk website ini
Terimakasih