Way Kambas Video Trap

Enjoy the Way Kambas National Park endangered mega fauna and other rare wildlife species caught in video. Find mother and baby of Sumatran rhino, challenging young male Sumatran tiger, big family of Sumatran elephant, funny Malayan sun-bear and curious Malayan tapir.

Way Kambas: The Best Asian Night Birding

It was written by Janos Olah & Attila Simay in Birding Asia magazine, on 2007. Not only the great variety of the otherwise scarce and hard to-come-by species is what makes this national park world-famous, but also the relative ease in finding them. No other place in sumatra that has 4 species of Frogmouth.

Thursday, February 13, 2020


Oleh Resti Ati Lestari


Awal Januari 2020 merupakan suatu hari yang sangat membahagiakan bagi saya karena saya diberikan kesempatan oleh Pundi Sumatera untuk dapat mengikuti kegiatan magang dalam program TFCA Wildlife Warrior.  Saya mendapatkan lokasi penempatan magang di salah satu mitra TFCA-Sumatera yang bernama ALeRT (Aliansi Lestari Rimba Terpadu).  Sebelumnya saya dan teman saya sempat merasa takut dan canggung saat pertama kali tiba di kantor ALeRT, tetapi saya sangat bersyukur karena kami disambut baik oleh staff ALeRT.  Orang-orang yang berada di ALeRT sangat friendly, dan  welcome dengan kehadiran kami.

Selama saya menjalani kegiatan magang disini, banyak sekali kegiatan yang saya ikuti salah satunya adalah program kerja ALeRT di bidang ekowisata.  Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Tim ekowisata ini adalah Uji Coba Wisata Minat Khusus di Taman Nasional Way Kambas yang diselenggarakan oleh Konsorsium Unila-ALeRT pada tanggal 31 Januari-3 Februari 2020

Banyak rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dan dipersiapkan sebelum kegiatan ini berjalan salah satunya yaitu melakukan koordinasi dengan tim ekowisata dan pemandu wisata melalui rapat fiksasi Kegiatan Uji Coba Paket Wisata Minat Khusus di Rumah Konservasi, Dusun Margahayu. Selesai rapat fiksasi, saya bersama dengan yang lain menuju ke Homestay untuk melakukan pengecekan homestay untuk peserta selama kegiatan ini berlangsung.  Malam harinya, saya ikut menyiapkan semua daftar nama peserta yag hadir, waktu kedatangan, pembagian homestay, berita acara, dan melakukan konfirmasi kehadiran dan kesediaan peserta.

Tanggal 31 Januari 2020, hari pertama kegiatan uji coba ini adalah registrasi peserta dan briefing (Gambar 1). Peserta yang hadir pada hari pertama kegiatan berjumlah 13 orang dan pemandu berjumlah 12 orang.  Peserta yang datang dengan menggunakan kendaraan umum dijemput oleh pemandu yang bertanggung jawab menjemput peserta di pasar Tridatu, kemudian membawa peserta untuk berkumpul pada metting point yang telah ditentukan sebelumnya yaitu Homestay Bela (Labuhan Ratu IX).  Setelah semua peserta berkumpul, masing-masing pemandu yang telah ditunjuk untuk mendampingi peserta mengantarkan peserta ke masing-masing homestay yang telah disediakan.

Gambar 1.  Kegiatan Briefing Bersama Peserta

Pada hari kedua, saya melakukan kunjungan ke Elephant Response Unit (ERU) Margahayu (Gambar 2), Reforestasi Bambangan dan Pusat Latihan Gajah.

Gambar 2.  Kunjungan ke Elephant Response Unit (ERU) Margahayu

Aktivitas yang kami lakukan di ERU Margahayu adalah mendengarkan pemaparan tentang sejarah terbentuknya ERU, diskusi bersama dengan Tim ERU yang biasa menangani konflik antara gajah dengan manusia. Di ERU, kami berkesempatan bertemu dengan salah satu gajah ERU bernama Rendi dan kemudian para peserta ikut memandikan dan memberikan makan gajah (Gambar 3).

Gambar 3.  Memberikan Makan Gajah Rendi

Selanjutnya kami melakukan kunjungan ke Reforestasi Bambangan (Gambar 4).  Di areal reforestasi tersebut kami melakukan penanaman 30 bibit pohon (Gambar 5).  Jenis bibit yang ditanam diantaranya adalah ketapang (Terminalia cattapa), medang (Cinnamomum sp), jambon (Neolamarckia cadamba), sirsak (Annona muricata), salam (Syzygium polyanthum), dan lamtoro (Leucaena leucocephala).

Gambar 4.  Kunjungan ke Reforestasi Bambangan 

Gambar 5.  Penanaman Bibit Pohon di Reforestasi Bambangan

Kunjungan terakhir kami adalah menuju Pusat Latihan gajah.  Disana kami pergi untuk mengunjungi ladang pakan gajah, kunjungan ke kandanga gajah kecil, memberikan pakan gajah (Gambar 6), dan melihat gajah dimandikan (Gambar 7).

Gambar 6.  Peserta Memberikan Makan Gajah

Gambar 7.  Melihat Gajah Mandi di Pusat Latihan Gajah

Hari ketiga, kami melanjutkan uji coba paket wisata birdwatching yang dilakukan disepanjang jalur Way Kanan (Gambar 8).  Kegiatan dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB.  Hal ini dikarenakan waktu ideal untuk melakukan Birdwatching adalah pada pagi hari sekitar pukul 06.00-09.00 atau sore hari sekitar pukul 15.00-17.00 dimana pada waktu-waktu tersebut burung-burung sedang dalam keadaan aktif mencari makan.  Selama melakukan kegiatan birdwatching, terdapat beberapa jenis burung yang kami temui seperti burung pelatuk merah (Banded woodpecker), burung cinenen kelabu (Orthotomus ruficeps), burung cinenen merah (Orthotomus sericeus), burung srigunting hitam (Black drongo), paok panca warna (Javan banded pitta), burung malkoha (Phaenicophaeus) dan Tupai tiga warna (Callosciurus prevostii).





Gambar 8.  Kegiatan Birdwatching di Sepanjang Jalur Way Kanan

Selesai melakukan birdwatching, kegiatan dilanjutkan ke paket wisata susur sungai Way Kanan sekaligus pengamatan satwa liar.  Kegiatannya dimulai dari dermaga Way Kanan hingga daerah yang disebut Kalibiru. Terdapat beberapa satwa yang kami temui seperti buaya muara (Crocodylus porosus) (Gambar 9),

Gambar 9.  Buaya Muara (Crocodylus porosus) di Sungai Way Kanan

serta jenis-jenis burung seperti Sriti (Collocalia esculenta), Cekakak sungai (Todiramphus chloris), Pelatuk sayap merah (Picus puniceus), kokoan laut (Butorides sriatus) (Gambar 10), elang ikan kepala kelabu (Ichtyophaga ichtyaetus) (Gambar 11) , Cangak laut (Ardea sumatrana) (Gambar 12).

Gambar 10.  Kokoan Laut (Butorides sriatus)


Gambar 11.  Elang Ikan Kepala Kelabu (Ichtyophaga ichtyaetus)

Gambar 12. Cangak laut (Ardea sumatrana)

Tanggal 3 Februari 2020, adalah hari terakhir dari rangkaian kegiatan uji coba paket wisata minat khusus di TNWK. Aktivitas yang dilakukan di hari terakhir ini adalah mengantarkan peserta yang pulang dengan kendaraan umum ke tempat pemberhentian bus dan kemudian melakukan evaluasi bersama dengan koordinator kegiatan, tim ekowisata dan pemandu membahas tentang kegiatan yang telah dilakukan.

Selama 4 hari terlibat dalam kegiatan ini, saya merasa kegiatan ini memberikan pengalaman dan juga kesan yang baik.  Selama kegiatan, saya banyak belajar bagaimana menghadapi orang-orang dengan berbagai karakteristik, banyak belajar tentang birdwatching dan pengamatan satwa liar.  Hal yang paling berkesan adalah ketika saya mengikuti kegiatan susur sungai way kanan.  Saya dapat berjumpa dengan ayam hutan (Galus galus) ketika perjalanan menuju dermaga Way Kanan (Gambar 13) dan semua excited ketika berjumpa langsung dengan buaya muara sepanjang 4-5 meter dan berbagai jenis burung yang ada di sepanjang sungai yang disusuri.

Gambar 13.  Ayam Hutan (Galus galus)

Harapan saya sebagai seseorang yang pernah ikut terlibat dalam kegiatan ini adalah kedepannya bisa diselenggarakan lagi kegiatan wisata minat khusus ini dengan diikuti oleh peserta yang terpilih dan lebih berkompeten di bidangnya sehingga akan lebih banyak masukan yang membangun untuk kemajuan ekowisata di Taman Nasional Way Kambas.

Posted in , ,

0 komentar :

Post a Comment

Berikan saran atau kritik yang membangun untuk website ini
Terimakasih